SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Kabar mengenai bakal diberlakukannya perubahan jadwal kerja bagi buruh yang bekerja pada KSO Pertamina PT Geo Cepu Indonesia (GCI) di tanggapai serius oleh para buruh. Bahkan mereka mengancam bakal melakukan mogok kerja yang dipastikan mengganggu produksi.
Ketua Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Agung Pujo Susilo, menuturkan, bahwa jadwal yang bakal dirubah tersebut dinilai merugikan para buruh.
“Dari sift menjadi harian,” kata dia, senin (4/1/2016).
Menurutnya, pemberlakuan jadwal tersebut berdampak para saleri yang harus diterima parah buruh. Bukan hanya itu, posisi buruh juga bakal dirubah.
“Yang dikhawatirkan tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki mereka. Misalnya, dari operator menjadi Ceker,” ungkapnya.
Dengan kebijakan itu, pihak buruh mengaku tidak bisa menerimanya. Sehingga akan berencana melakukan mogok kerja.
“Besuk kita akan audensi dengan menejemen. Jika menejemen tetap memaberlakukan kebijakan itu, buruh bakal melakukan mogok kerja. Bahkan bisa berhenti produksi,” ujarnya.
Dia menambahkan, akan ada sekira 50 orang yang bakal terkena dampak dari perubahan jadwal tersebut. (Ams)