Warga J-TB Minta Disosialisasikan Pelibatan Naker

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy‎‎

Bojonegoro – Kian dekatnya waktu pengerjaan proyek konstruksi proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB) membuat warga berharap cemas. Sebab, saat ini belum ada kejelasan tentang bagaimana upaya pelibatan warga terdampak.

“Seharusnya sudah mulai sosialisasi kepada warga. Khususnya masalah pelibatan tenaga kerja,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Latif kepada Suarabanyuurip.com, Senin (4/1/2016).

Dia mengkhawatirkan, jika tidak ada pemahaman atau sosialisasi lebih awal kepada warga yang berada di desa terdampak proyek akan kalah bersaing dengan warga pendatang.

“Kalau tahu lebih awal warga sekitar akan mempersiapkan diri lebih dulu,” tuturnya.

Disamping itu, lanjut dia, bila belajar dari proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu tidak sedikit warga yang menjadi korban dugaan penipuan tenaga kerja (Naker). Sebab, bukan tidak mungkin menjelang dimulainya proyek, para calo Naker) atau pihak yang tidak bertanggung jawab sedang berkeliaran mencari korban.

“Faktanya penipuan Naker proyek di Banyuurip sering terjadi, hanya saja sulit untuk dibuktiannya. Selain korban tidak mau melaporkan juga dibawah tangan,” ucapnya.

Baca Juga :   Soal Petisi, EMCL Akan Ikuti Aturan

Meski demikian, dia mengapresiasi dengan dilatihnya sejumlah warga di desa terdampak proyek J-TB di Pusdiklat Migas Cepu beberapa waktu lalu. Dia berharap para warga yang sudah dilatih dapat diberdayakan secara maksimal.

“Maka dari itu, saya berharap mereka jangan sampai menjadi korban penipuan, dan perusahaan harus memperhatikannya secara serius,” imbuhya.(Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *