SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mangkir dari panggilan Komisi A DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mengikuti rapat dengar pendapat (Hearing), Selasa (5/1/2016).
Padahal hearing ini membahas tentang aduan warga Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, atas dampak  kegiatan eksploitasi Sumur Pad A Lapangan Sukowati. Hearing ini juga menghadirkan Pemerintah Kecamatan Bojonegoro, dan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.
“Kami akan memanggil JOB P-PEJ pada tanggal 15 Januari mendatang untuk memberikan klarifikasi atas pengaduan warga,” kata Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito yang memimpinan rapat.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Imam Sutikno, yang hadir dalam hearing meminta supaya Komisi A langsung memaparkan pokok permasalahan. Yakni, adanya tingkat kesuburan tanah pertanian di sekitar Pad A yang terganggu karena tercemar limbah.
“Flaring di Pad A juga memberikan dampak buruk bagi warga, kami minta pertanggungjawaban JOB P-PEJ,” tegas Imam.
Sementara itu, Sekretaris BLH, Agus Hariana, menyampaikan, apabila ada tanah yang tidak produktif perlu dikaji terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana kondisi air maupun unsur hara tanah.
Sedangkan untuk pencemaran limbah, BLH masih menunggu hasil tes laboratorium dari JOB P-PEJ yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
“Kita harus menguji apakah ada dampak dari flaring di Pad A, karena itu ada alatnya sendiri. Kita tidak bisa memvonis tanah itu tidak bisa digunakan,” tandas Agus Hariana.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Ahmad Djupari, mengatakan, apabila dalam kegiatan pengeboran di JOB P-PEJ tidak ada masalah karena ada analisa mengenai dampak lingkungannya (AMDAL).
“Tidak produkftinya lahan pertanian itu banyak penyebabnya, tapi masih bisa diatas di luar pencemaran,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Field Administration Superintendant, JOB P-PEJ, Akbar Paradima, belum memberikan konfirmasinya mengenai ketidakhadirannya dalam hearing tersebut.(rien)