SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menyambut baik penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar, sejak hari Selasa (05/01/2015) dini hari tadi. Terbukti sejak pagi sering terjadi antrean panjang kendaraan roda empat, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sleko, Jalan Pahlawan Tuban.
Akibatnya beberapa saat arus lalu lintas (Lalin) menuju jantung Kabupaten Tuban sering mengalami kemacetan. Tak lama kemudian arus Lalin kembali normal.
Salah seorang pembeli BBM asal Kecamatan Plumpang, Tuban, Eko (30), mengatakan, pihaknya hampir 30 menit menunggu antrean. Padahal sebelumnya bersama keluarganya sudah tiba di SPBU sekitar pukul 11:00 WIB.
“Kurang lebih 30 menit belum mendapatkan giliran,†kata pria berkaca mata minus tersebut.
Hal serupa juga dialami oleh pengemudi motor asal Kecamatan Semanding, Wahyu (38), mengatakan, tidak seperti biasanya terjadi antrean panjang sampai membuat arus lalu lintas macet.
“Biasanya mengantre ketika jam berangkat kerja saja,†sambung Wahyu.
Sementara, Petugas SPBU Sleko, Tuban, Adi, ketika ditemui di sela-sela melayani konsumen membenarkan sejak pagi sering terjadi antrean. Bahkan sampai dua anggota Polisi Satlantas turun tangan untuk mengatur Lalin.
Salah satu penyebab terjadinya antrean panjang karena banyak pembeli yang menggunakan Jerigen. Sehingga setiap pengisian satu Jerigen, dapat memakan waktu 5 sampai 10 menit.
“Kadang setiap orang membawa 2 sampai 3 Jerigen besar,†ungkapnya.
Diketahui sejak dini hari, harga BBM jenis Premium dan Solar sudah berubah. Tercatat, harga baru Premium sebesar Rp7.150, sedangkan solar Rp5.950 per liter. Sebelumnya harga premium Rp7.400 per liter, dan harga Solar Rp 6.700 per liter. (Aim)