Terminal Cepu Rusak Parah

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kondisi fisik terminal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah saat ini memprihatinkan. Banyak kerusakan terjadi pada terminal yang masuk kategori A tersebut. Landasan Terminal banyak aspal yang terkelupas hingga berlubang dengan terisi air seperti kubangan kerbau.

Menurut Kepala UPT Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informasi (DPPKKI) Cepu, Agus Sungkowo, kerusakan tersebut sudah berlangsung lama. Namun sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah.

Banyak lubang di setiap sudut landasan terminal tersebut. Bukan hanya itu, drainasi (saluran air) yang juga berfungsi sebagai trotoar juga sudah rusak parah dan tidak berfungi lagi. Sehingga mengakibatkan air hujan tidak bisa tertampung pada drainase tersebut.

“Ini sudah lama berlubang, makin lama makin banyak,” katanya.

Kerusakan pada landasan terminal, lanjut dia, sangat mengganggu keberlangsungan transit bus saat musim hujan seperti saat ini. “Saat musim hujan banyak air seperti kolam,” imbuhnya.

Dia menembahkan, informasi yang diterimanya bahwa terminal cepu masuk kategori A dan bakal diambil oleh pemerintah pusat. Hal itu seiring dengan pemberlakukan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Baca Juga :   Mahasiswa Unirow Tolak Polisi Masuk Kampus

Terpisah, DPPKKI Blora, Slamet Pamuji, mengatakan, untuk tahun 2016, pemerintah kabupaten tidak  menganggarkan dana untuk perbaikan terminal Cepu.

“Tahun ini tidak ada perbaikan fisik untuk terminal Cepu,” ungkapnya.

Tidak adanya perbaikan, menurut dia, terminal bertipe A saat ini mulai di kelola secara langsung oleh Pemerintah pusat.

“Dikelola Pemerintah Pusat sehingga pihak kami tidak memiliki kewenangan untuk menganggarkan perbaikan,” pungkasnya.

Pantauan Suarabanyuurip.com menyebut, banyak kerusakan infrastruktur disetiap sudut Terminal yang berkatagori A itu.  Banyak aspal landasan terminalnya terkelupas membentuk kubangan kerbau dan saluran air disekitar juga rusak parah hingga saat hujan turun membuat air tidak bisa mengalir lancar. Akibatnya membuat kondisi sekitarnya sering keluberan air hujan. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *