Masyarakat Diminta Selamatkan TITD KSB

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Forum Umat Penyelemat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Shing Bio (KSB), Tuban, Jawa Timur, meminta masyarakat setempat untuk turut menyelamatkan masa depan Klenteng. Permintaan tersebut lantaran berbagai upaya penyelamatan KSB tak kunjung membuahkan hasil.  

“Kami berharap masyarakat turut membantu penyelesaian konflik,” kata Ketua Forum Umat Penyelamat TITD KSB Tuban, Goh Tjong Ping, kepada suarabamnyuurip.com, ketika ditemui di gedung dewan tak lama ini, Kamis (7/1/2016).

Diketahui, salah satu dampak yang paling ketara akibat kemelut kepemimpinan yakni penurunan jumlah pengunjung. Tercatat sebelum kemelut tersebut terjadi, jumlah pengunjung per bulan rata-rata 30 ribu orang. Akan tetapi saat ini hanya mencapai 4 sampai 5 ribu pengunjung.

“Pengunjung per hari rata-rata 60 sampai 80 orang,” imbuhnya.

Jumlah tersebut sebagian berasal dari dalam kabupaten. Sedangkan pengunjung dari luar kota terus menurun.

Selain penurunan jumlah pengunjung dampak lainnya meliputi kepercayaan masyarakat mulai menurun, tamu dari luar kota berkurang, umat dari TITD KSB ketakutan, dan penghasilan beberapa masyarakat yang berjualan sekitar klenteng tidak stabil.

Baca Juga :   BBM Turun, Pedagang Eceran Jual Harga Lama

“Kami khawatir dampak tersebut berlarut-larut,” tambah mantan anggota DPRD Tuban tersebut.

Sampai kini berbagai upaya penyelematan tidak membuahkan hasil nyata, mulai dari penyelesaian secara internal, hearing bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) daerah, dan Provinsi Jatim, Kemenag Tuban, dan Hearing bersama DPRD Tuban.

“Semua upaya hasilnya nihil,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, kemelut kepemimpinan di dalam TITD KSB Tuban telah berlangsung 2,5 tahun. Penyebabnya panitia pemilih pengurus belum juga melantik 15 pengurus terpilih, dan 5 penilik klenteng.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *