SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Area Manager Communication & Relations Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulan Sari, mengaku, sampai saat ini belum mengetahui besaran kerugian pasca kebakaran, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tuban beberapa waktu lalu, karena masih melakukan penghitungan.
Penyebabnya, tim pertamina masih melakukan investigasi di lokasi kebakaran, terletak di Jalan Tanjung Awar-awar, Desa Remen, Kecamatan Jenu Tuban. Lokasinya persis berada di sebelah selatan PT TPPI setempat.
“Berapa kerugian belum mengetahui, karena masih dihitung kerugiannya,†kata Heppy Wulan Sari, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Senin (11/01/2016).
Sejak terbakarnya salah satu saluran pipa penyaluran minyak TBBM, Pertamina langsung memastikan bahwasannya pasokan BBM diwilayah setempat aman. Diketahui saluran yang terbakar tersebut, menghubungkan ke tempat penampungan tangker di perairan utara Jenu.
Selain itu, pasca insiden yang melukai petugas Pertamina, penyaluran BBM di Tuban terjadi peningkatan sebesar 20% untuk Premium dan 35% untuk Solar. Rata-rata penyaluran BBM untuk jenis premium sebesar 909 kilo liter per hari, dan solar 733 kilo liter per hari.
“Kami masih berkoordinasi dengan tim di Tuban, memastikan pasokan aman,†imbuhnya.
Terpisah, Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan, belum berani memastikan penyebab kebakaran TBBM tersebut. Walaupun sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, mensinyalir aliran listrik yang memicu insiden tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran,†sambungnya.
Diketahui, kebakaran TBBM Tuban terjadi sekira pukul pukul 21.30 WIB, dan api berhasil dipadamkan pukul 23.00 WIB. Kebakaran ini tidak mempengaruhi kegiatan operasional TBBM Tuban, dan sekira pukul 03:00 WIB kembali menyalurkan BBM ke wilayah setempat. (Aim)