SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berupaya mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat yang mulai tersisih dengan menjamurnya pasar modern saat ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro, Basuki, menyampaikan, perkembangan pasar modern di Indonesia dalam setahunnya mencapai 31,4 %, sedangkan pasar tradisional sangat jauh dinawahnya yaitu 8 %.
“Ketimpangannya cukup besar,†tegas dia.
Karena alasan itulah pemerintah berupaya melakukan revitalisasi pasar tradisional agar bisa bersaing dengan pasar modern.
“Diharapkan dapat mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,†tandas Basuki.
Ia mengungkapkan, saat ini Kabupaten Bojonegoro memiliki 90 pasar yang terdiri dari 12 pasar Daerah dan 78 pasar Desa.
“Sedangkan pasar Kedungadem yang baru saja diresmikan ini terdiri dari 29 toko, 50 loss, dan 20 lesehan yang semula ada 71 pedagang kini jumlahnya bertambah mencapai 90 pedagang,” ujar Basuki menjelaskan.
Sementara itu, Bupati Suyoto, mengatakan, pasar adalah cerminan sikap dan perilaku orang di dalamnya yakni para pedagang.
“Jika pasar itu bersih maka para pedagang, pengunjung dan pembeli akan merasa aman dan nyaman,” imbuhnya.
Pemekab akan sangat mendukung upaya revitalisasi pasar di Bojonegoro apabila mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder dan yang utamanya adalah pedagang.Â
Pasar adalah pusat perputaran ekonomi rakyat mulai dari hal yang terkecil sampai dengan yang terbesar sekalipun. Namun untuk menjaga eksistensi pasar dibutuhkan sinergi dari semua pihak. Baik menjaga kebersihan dan perawatan semua komponen pasar.
“Saya berharap dengan kembalinya fungsi pasar akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati.(rien)
Â