SuaraBanyuurip.com – Aly Imron
Tuban – Sepasang suami istri (pasutri) muda asal Perumahan Tasikmadu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menghilang sejak bulan Oktober 2015 lalu. Diduga mereka minggat untuk bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
Pasutri yang masih tinggal di rumah orangtuanya di Jalan Cendana III Nomor: 23 tersebut, Patria Budi Setyawan (30), dan Yuanita Wulansari (28). Mereka juga membawa anak semata wayangnya, Jessica Avril Setyawardhani (4,5).
Orangtuanya, Sunarto (55), dan Ny Tatik Mudiarti (49), menduga anak dan menantunya ikut-ikutan bergabung dengan Gafatar. Terlebih di kamar mereka ditemukan formulir keanggotaan Gafatar, Â dan sebelumnya pernah anaknya dikunjungi sekitar 30 orang yang dicurigai sebagai kelompok Gafatar.
“Ingat saya pada tanggal 26 Oktober lalu mereka pamit akan kerja dibidang pertanian dan peternakan di Kalimantan,†kata Ny Tatik Mudiarti, ibu kandung Yuanita saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/1/2016).
Sebulan setelah keberangkatan, komunikasi melalui telepon masih lancar dilakukan. Setelah memasuki bulan kedua dan ketiga komonikasi terputus.
Kepanikan makin menjadi setelah ramai berita di televisi tentang kelompok Gafatar yang dinyatakan sesat oleh Mendagri. Setelah itu orangtua malang tersebut membongkat isi kamar anaknya. Di sana mereka menemukan ada formulir Gafatar. Â
“Saya kaget ketika ada berita Gafatar di televisi, pakaian seragamnya kok mirip dengan yang pernah dipakai anak saya,” tambah Ny Tatik yang kala ityu didampingi suaminya.
Mereka berharap anak perempuan dan cucunya segera pulang kembali ke Tuban. Mereka sangat tidak setuju anaknya ikut-ikutan aliran yang dilarang pemerintah tersebut.
Dia katakan, beberapa bulan sebelumnya anaknya didatangi sekitar 30 orang, dari berbagai daerah. Mereka mengaku sebagai teman organisasi anaknya. Bahkan puluhan orang tersebut sempat melakukan kerja bakti di lingkungan setempat.
Mengetahui nasib anaknya yang tidak jelas, akhirnya permasalahan itu dilaporkan ke Polres Tuban pada hari Selasa (12/1/2016). (aim)