Pintu Angkut Limbah Ditutup

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora – Warga RW 2 Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah, memblokir pintu akses Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung milik Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Kamis (14/1/2016). Aksi ini merupakan buntut kekecewaan warga lantaran merasa dipermainkan oleh Pertamina.

Warga melakukan pemblokiran pada pintu selatan pengangkutan limbah minyak mentah. Akibatnya, tiga mobil tangki dari PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PT PPLI) yaitu satu unit Tangki Vakum untuk transfer limbah, dan dua unit mobil tangki pengangkut limbah, lebih dari satu jam tertahan di luar dan tidak mengambil limbah minyak mentah dari dalam PPP Menggung.

Tidak lama kemudian, jajaran menejemen Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, yakdi dari Asisten Manager HSSE, Staff Security dan Relation, langsung mengajak perwakilan warga untuk melakukan pembicaraan di ruangan HSSE terkait aksi warga atas permintaan warga yang tidak kunjung mendapat tanggapan.

“Aksi ini akan terus berlanjut sampai ada kejelasan dari Pertamina,” kata Badan Purwanto, koordinator aksi. Kamis (14/1/2016).

Baca Juga :   Belum Ada PJBG Baru Sukowati

Menurutnya, hal itu seharusnya tidak perlu terjadi. “Karena ini sama halnya mengajarkan warga untuk melakukan tindakan premanisme,” ungkapnya.

Untuk  diketahui, aksi blokir tersebut dilatarbelakangi  pengajuan permohonan pengelolaan limbah minyak mentah PPP Menggung  oleh warga kepada Pertamina. Namun selama 6 bulan ini tidak kunjung mendapat respon dan terkesan masyarakat dipermainkan oleh Pertamina.

“Semua ijin dan persyaratan lain dari Pertamina  sudah kami penuhi. Tapi sekarang tidak ada kejelasan,” kata dia.

Dia melanjutkan, terakhir kali setelah persyaratan dipenuhi, Pertamina berdalih tidak ada anggaran. Namun, yang lebih menyakitkan ternyata Pertamina telah menggandeng PT PPLI untuk melakukan pengelolaan limbah minyak mentah tersebut.

Sementara, menurut Asmen HSSE Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Supriyadi, semua aspirasi telah ditampung dan akan dikoordinasikan kepada Menejemen.

“Dari Pertamina tetap terbuka dalam aturan,” katanya usai pertemuan dengan perwakilan warga.

Pihaknya menjelaskan, warga telah menggandeng pihak ketiga untuk melakukan pekerjaan tersebut. “Namun masih ada yang perlu dilengkapi,” ungkapnya.

Dia juga mengaku, warga bisa mendapatkan kesempatan tersebut melalui mekanisme lelang.(ams)

Baca Juga :   Subkontraktor GPF JTB Sepakati Tuntutan Pemuda Bandungrejo

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *