Lokasi PPGJ Dijaga Ketat

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina Asset 4 Cepu di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dijaga ketat oleh satuan keamanan setempat. Penjagaan tersebut dilakukan menyusul akses transportasi menuju PPGJ disinyalir sering digunakan arena balap liar dan berpacaran oleh pemuda.

Umi, salah satu pemilik warung yang berhadapan langsung dengan akses PPGJ, menuturkan, hampir satu bulan jalan milik PPGJ tersebut dijaga Polisi dan TNI.

“Selama ini, setiap sore dan malam hari sering digunakan trek-trekan anak muda. Selain itu juga digunakan tempat berpacaran. Apalagi saat sore dan malam, pasti ramai banget,” ungkapnya.

Menurutnya, pengamanan itu dianggap terlambat, karena aksi balap liar telah lama dilakukan.

“Kejadian itu sudah lama, sejak bulan puasa sudah ramai, dan pengamanan tersebut baru berjalan hampir satu bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kradenan, AKP Slamet Riyadi, membenarkan jika pengamanan ketat dilakukan di sekitar akses transportasi menuju PPGJ tersebut. Namun, bukan hanya dari Polisi saja akan tetapi juga melibatkan personel TNI.

“Itu bukan hanya untuk pengamanan karena dipakai trek anak muda. Tetapi lebih pada langkah prefentif,” kata dia.

Baca Juga :   Jumlah Naker Proyek Gas JTB Tersisa 543 Pekerja

Dia juga menjelaskan, bahwa dari pihak Pertamina meminta kepolisian untuk melakukan pengamanan di jalan menuju lokasi Centra Pocessing Plant (CPP) PPGJ.

“Pengamanan itu sebenarnya kami lakukan sebelum natal hingga tahun baru. Untuk mengantisipasi warga sekitar melakukan aktifitas di sana, karena saat itu juga memasuki libur panjang,” tandasnya.

Menurutnya, selama ini akses transportasi menuju CPP PPGJ tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat tongkrongan. Sehingga saat libur panjang, dikhawatirkan menjadi wisata alternatif warga setempat.

Pihaknya menghimbau, warga jangan mendekati lokasi object Vital (obvit) Negara  tersebut. “Karena di sana ada proyek gas, dan tentunya sangat membahayakan,” imbuhnya. 

“Dikhawatirkan tangan jahil warga mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas dia. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *