PDSI Berhasil Selesaikan Project Pengeboran Penting, Termasuk di Lapangan Minyak Banyu Urip Blok Cepu

Rig PDSI di Banyu Urip Blok Cepu.
Rig PDSI #40.3/DS1500-E yang berspesifikasi Rig Cyber Electric Variable Frequency Drive (VFD) System dengan kapasitas 1.500 HP untuk project BUIC di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Jakarta — Sepanjang tahun 2024, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI/Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan sejumlah project pengeboran penting, yang mana salah satu diantaranya ialah proyek pengeboran minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengatakan, selama tahun 2024, Pertamina Drilling telah menyelesaikan berbagai proyek pengeboran penting. Diantaranya yaitu Pertamina Drilling untuk pertama kalinya mengoperasikan Jack Up Rig di PHE OSES dengan skema Strategic Aliances dengan ADES, salah satu perusahaan terbesar penyedia jasa Jack Up Rig di seluruh dunia.

Kemudian, ada pula Project Integrated Drilling, Engineering, Supervisory and Services (IDESS) merupakan kontrak terpanjang yang dimilki Pertamina Drilling, yaitu 8 tahun dengan nilai kontrak sebesar Rp9 triliun.

Project IDESS mengoperasikan 4 rig kapasitas 550 HP dan 2 rig kapasitas 750 HP yang didedikasikan untuk mengerjakan lebih dari 600 sumur, sejak mulai tajak bulan Mei 2024 di Wilayah Kerja (WK) Rokan dengan produksi mencapai lebih dari 1.000 barel minyak per hari atau barrel of oil per day (BOPD) pada Sumur PN-066.

Baca Juga :   Dorong Pemerintah Pasok Minyak ke TWU

Pertamina Drilling juga mendapat kepercayaan ikut membantu menyelesaikan 2 pilot Sumur MNK yaitu Sumur GULAMO-DET1 dan KELOK-DET1 milik Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang telah terbukti memberikan hasil minyak bumi pertama dari Lapangan Shale oil di Indonesia, yang merupakan salah satu inovasi dalam diversifikasi sumber energi di Indonesia.

“Project lain juga telah diselesaikan Pertamina Drilling yaitu Project Integrated Drilling Services Jambi Merang dan PHE OKRT di periode 2024,” kata Avep Disasmita dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Senin (20/01/2025).

Tak hanya itu, proyek pengeboran non-captive, berhasil dieksekusi di ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Blok Cepu menggunakan Walking Rig, untuk project Banyu Urip Infill Clastic (BUIC).

Hingga akhir tahun 2024, telah diselesaikan satu sumur dan 5 sumur lainnnya sedang dalam progress dilakukan pengeboran dengan Batch Drilling, dimana produksi sumur Perdananya (B13) berhasil dengan produksi awal sekitar 13.500 BOPD.

Pada project BUIC itu Pertamina Drilling menggunakan Rig PDSI #40.3/DS1500-E yang berspesifikasi Rig Cyber Electric Variable Frequency Drive (VFD) System dengan kapasitas 1.500 HP.

Baca Juga :   Puncak Konstruksi J-TB Butuh 1.700 Naker

“Keunggulan Rig ini adalah Fast Walking/Skidding, Compact Rig dan Batch Drilling,” ujarnya.

Portofolio rig ini berhasil melakukan pengeboran Batch Drilling ExxonMobil Cepu Limited Banyu Urip pada tahun 2013-2015. Dengan Achievement 0 LTA dan Down Time dibawah 2%.

“Serta rig ini mendapatkan penghargaan sebagai Nominated Best Rig on ExxonMobil Rig Drilling World Wide (President Award),” bebernya.

“Secara keseluruhan, harapannya adalah Pertamina Drilling dapat menjadi pemimpin dalam jasa pengeboran hulu migas, baik secara nasional maupun internasional, sambil terus mendukung kemandirian energi Indonesia,” harap Avep.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait