Transporter PT TWU Liburkan Karyawan

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Rencana penutupan kilang mini pengolahan minyak milik PT Triwahana Universal (TWU) membuat seluruh transporter menghentikan kegiatannya dan meliburkan ratusan karyawan termasuk sopir dan kenek.

Direktur Utama PT Artha Surya Jaya, Suryono, mengaku, dari hasil rapat yang di gelar bersama management PT TWU dan Pemkab Bojonegoro, terkuak, jika kebijakan baru SKK Migas yakni pembelian minyak mentah dari FSO Gagak Rimang dinilai merugikan perusahaan.

“Kami minta  Bupati Suyoto membantu rakyatnya, supaya PT TWU bisa langsung mendapat minyak mentah dari mulut sumur,” kata Suryono, Jumat (15/1/2016).

Lagipula, pemerintah pusat harus berfikir ulang jika memang menerapkan aturan tersebut. Karena, dampak yang timbul akibat penutupan kilang minyak dapat mengakibatkan pengangguran dan lumpuhnya perekonomian warga sekitar.

“PT TWU ini sudah menjadi mata pencaharian kami, kalau sampai ditutup bagaimana nasib rakyat kecil?,” tandasnya.

Suryono menyatakan, ada 55 armada tanki miliknya yang kini mangkrak atau berhenti di pangkalan miliknya. Sekira 200 karyawan yang kebanyakan sopir dan kenek terpaksa diliburkan.

Baca Juga :   PJB Academy Belajar Penyimpanan dan Pengendalian Mutu BBM di PPSDM Migas

“Kalau libur ya tidak ada pendapatan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, keberangkatan Bupati Suyoto ke Jakarta hari ini untuk menemui Kementerian ESDM dan SKK Migas membuahkan hasil.

“Kami dapat informasi Kang Yoto (Sapaan akrab Bupati Suyoto) berangkat ke Jakarta hari ini. Semoga aturan yang merugikan rakyat tidak jadi diberlakukan,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *