SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pihak Yayasan Muslih Ihsan akhirnya berbagi informasi atas kemelut yang melanda Pusat Belajar dan Informasi (PBI) Universitas Terbuka (UT) Tuban, Jawa Timur, saat ini. Â Salah satu hal yang diresahkan mahasiswa diantaranya, adanya regulasi baru terkait biaya asuransi mahasiswa sebesar Rp150 ribu .Â
Ketua Yayasan Muslih Ihsan PBI UT Tuban, Anshori, menjelaskan, biaya asuransi yang dibebankan setiap semesternya adalah kesepakatan Yayasan. Biaya tersebut bukan termasuk aturan dari UT pusat.
“Adanya biaya asuransi untuk mengantisipasi apabila mahasiswa mengalami kecelakaan,” kata Anshori mengungkapkan.
Diketahui, PBI UT Tuban yang beroperasi di tahun kedua, kampus utamanya berada di Jalur Nasional, Jalan Manunggal Tuban. Sehingga pihak yayasan merasa perlu menerapkan biaya asuransi mahasiswa.
Atas pertimbangan tersebut akhirnya setiap mahasiswa, dikenakan biaya asuransi pada semester kedua. Sehingga biaya perkuliahan semester kedua totalnya Rp 2.505.000. Rinciannya, Heregristasi Rp55.000, SPP Rp1.750.000, DPP Rp350.000, dan biaya asuransi.
Sedangkan untuk semester pertama biayanya total Rp 2.805.000, rinciannya Biaya pendaftaran 250 ribu rupiah, OSMB 200 ribu rupiah, SPP Rp1.750.000, DPP 200 ribu rupiah, JAS 200 ribu rupiah, kemahasiswaan 150 ribu rupiah, dan Heregristrasi 55 ribu rupiah.
“Apabila mahasiswa keberatan dengan biaya asuransi , ya sudah,” imbuhnya.
Pihak yayasan tidak bisa memaksa kehendak mahasiswa, namun apabila terjadi laka di sekitar kampus, yayasan lepas tanggung jawab.
“Kami tidak akan memaksa mahasiswa bayar asuransi. Tapi jika terjadi Laka kami tidak akan membantu sepeser pun,” tandasnya.
Diketahui, data rekapitulasi yayasan dari 400 mahasiswa angkatan 2016, hanya 50 mahasiswa yang keberatan.
“350 mahasiswa lainnya tdak ada masalah,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya mahasiswa menuding pihak yayasan telah menciderai kesepakatan biaya awal perkuliahan. Pihak yayasan menyosialisasikan biaya semester pertama Rp2.805.000, sedangkan biaya semester kedua Rp1.750.000, namun kenyataannya ketika memasuki semester kedua mahasiswa harus membayar Rp2.505.000,-. (aim)