SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pembangunan Pendapa Balai Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memasuki tahap akhir pengerjaan. Kegiatan ini merupakan program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (PATRADAYA ) yang dikerjakan Lembaga Sawdaya Masyarakat (LSM) Banyuurip Peduli Pendidikan ( BAPPEKA ) yang didukung oleh ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL).
Direktur BAPPEKA, Parno mengungkapkan, pembangunan dimulai sejak bulan Oktober 2015 lalu dan direncanakan akan selesai pada bulan Januari 2016.
“Saat ini sudah tahap finishing,â€ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Minggu (17/1/2016).
Dia menjelaskan pembanguan ini dikerjakan dengan metode pendekatan pemberdayaan, sekaligus menekankan keterlibatan masyarakat agar dapat mebawa dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat.
Tidak hanya itu saja, lanjut dia, program ini juga menampilkan upaya masyarakat untuk membangun desanya sendiri dengan mengelola dana yang dipercayakan ( swakelola ) mulai dari tahap perencanaan , pelaksanaan, pengawasan, pelestarian dan upaya upaya pengembangan pembangunan di desa.
“Jadi semua yang mengerjakan adalah Masyarakat, melalui tim pelaksana pembangunan yang dipilih oleh masyarakat pada saat musyawarah desa dan sosialisasi,†jelasnya.
Bersamaan dengan akan rampungnya pembangunan tersebut, dia berharap pemerintah desa setempat selaku penerima program dapat lebih termotivasi dalam menjalankan kegiatan pemerintahan dan melayani masyarakat. Selain itu, masyarakat Ringintunggal juga ikut memiliki kebanggaan tersendiri.
Sementara itu, terdapat empat desa lokasi program Patradaya  ditahun 2015 yang dilaksanakan EMCL bekerjasama dengan BAPPEKA. Di antaranya pavingisasi jalan Desa Desa Katur, Kecamatan Gayam, dengan volume 2.5 m x 689 m, pembangunan Pendapa Balai Desa Desa Ringintunggal 9m x 9 m.
Kemudian di Kabupaten Tuban adalah Gedung PKK dan Karangtaruna Desa Sumur Jalak dengan Volume 9 mx5 M, dan Jalan Rabat Beton Desa Bangunrejo 3901.2 m dan 160m x 2 m. Â Â
Kepala Desa Ringintunggal, Pandil, mengatakan program Patradaya yang telah digulirkan di wilayah kerja EMCL merupakan program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh. Disamping itu program ini juga sebagai bentuk wahana kegiatan peningkatan kualitas hidup dan kapasitas masyarakat.
“Diharapkan juga mampu menambah tingkat kepedulian masyarakat terhadap pentingnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana baik itu untuk infrastruktur pelayanan masyarakat, pendidikan dan kesehatan,†sambung Pandil.
Oleh karena itu, demi tercapainya keberhasilan tujuan ini sangat dibutuhkan peran aktif dari semua pihak mulai masyarakat, pemerintah, dan perusahaan. Sehingga nantinya muncul kesadaran akan pentingnya suatu kebersamaan dalam melakukan membangun.(roz)
Â