SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, membuka informasi awal keberadaan sumur minyak di Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak. Keterbukaan informasi tersebut harus dilakukan segera kepada semua masyarakat sekitar khusunya terdampak.
“Sejak dini masyarakat harus mengetahuinya,†kata Ketua Devisi Advokasi FITRA Jatim, Miftahul Huda, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di rumahnya beberapa waktu yang lalu, Senin (18/01/2016).
Sebenarnya keberaaan sumur koro sudah lama diketahui oleh Pemkab. Tetapi entah apa penyebabnya sampai saat ini belum ada tindakan riil yang disampaikan kepada masyarakat setempat.
“Sesuai peta sumur koro mengandung minyak,†imbuhnya.
Terkait jumlah atau titik koordinatnya pihaknya belum mengetahui pasti. Pihkanya hanya sekdar mengetahui informasi tersebut, dan menunggu langkah Pemkab selanjutnya.
“Kami menunggu sumur koro informasi dibuka atau tidak,†tambahnya.
Sesuai regulasi Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Pemkab Tuban memiliki kewajiban menyosialisasikan potensi alam kepada masyarakat. Alasannya apabila terjadi sesuatu di wilayah setempat, masyarakat sudah siap dan mengetahui langkah apa yang harus dilakukan.
“Baik kebocoran gas atau dampak yang lain harus diantisipasi,†ungkapnya.
Serupa dengan keberadaan sumur Sumber, di Kecamatan Merakurak yang diungkap tahun 2013 lalu, masyarakat setempat juga belum mengetahui detail langkah apa yang harus dilakukan, ketika terjadi kegagalan industri.
“Jangan sampai hal serupa terulang kembali,†pintanya.
Sesuai data yang didapat suarabanyuurip.com, pada 2013 lalu, hasil eksplorasi Sumber-A1 cukup bagus, yaitu mendapatkan hasil rate gas dengan choke 32/64†sebesar 6.6 Juta Standar Kaki Kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) dan kondensat 216 barel per hari (bph).
Sementara, Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyabudi, sampai berita ini ditulis belum memberikan tanggapan terkait keberadaan sumur Koro. Panggilan yang telepon yang dilakukan suarabanyuurip.com dua kali sekira pukul15:47 WIB tak ada jawaban. Hanya terdengar nada sambung, namun tidak juga diangkat.(aim)