SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mengupayakan peningkatan produksi dengan melakukan perawatan sumur-sumur secara maksimal. Salah satunya dengan proses water inject.
Field Admin Superintendent (FAS) JOB PPEJ, Akbar Pradima, mengungkapkan, dari proses water inject tersebut memang mengeluarkan bau gas.
“Gas yang keluar itu tidak termasuk berbahaya dan bukan gas beracun,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com.
Water inject sendiri dilakukan pihak operator untuk meningkatkan jumlah produksi. Sebab, beberapa sumur yang ada di Pad A, Lapangan Sukowati itu lebih banyak kandungan airnya dari pada kandungan minyak.
“Water inject ini pemisahan air dengan minyak. Airnya disalurkan ke sumur lain,” katanya.
Data tahun 2014 total 68 sumur yang di operatori JOB P-PEJ saat ini ada 36 sumur yang masih berproduksi. Kendala yang terjadi itu diantaranya karena naiknya kadar air yang ikut dalam proses pengeboran. Dari target produksi sebesar 27.000 barel perhari (bph) tercapai 23.500 bph.
Sehingga dengan projek water inject ini diharapkan bisa menaikkan kembali jumlah produksi. Saat ini, lanjut Akbar, jumlah produksi di lapangan Mudi, hanya 1.380 bph. Sedangkan di Lapangan Sukowati sebesar 14.562 bph. Namun karena warga sekitar lokasi Pad A merasa mencium bau gas sehingga proses water inject greatnya diturunkan kembali.
“Sekarang dalam kondisi normal. Greatnya sudah kita turunkan kembali,” jelasnya.
Selain itu, Akbar menjelaskan, beberapa tim medis dari JOB P-PEJ juga diterjunkan di daerah sekitar pengeboran.
Sebelumnya, warga mengeluhkan dan mual-mual karena diduga mencium bau tidak sedap. Seperti Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, pada Minggu (17/1/2016) kemarin. Mereka yang merasa mual dan pusing langsung mendapat penanganan medis. (Rien)