SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Kelanjutan Fasilitas Early Production Facility/Gas Oil Separation Plant (EPF/GOSP), proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu hingga saat ini masih belum ada kejelasan sejak per tanggal 15 Januari 2016 lalu.
Kepala Desa Begadon, Pardi mengungkapkan jika pihaknya belum mendapat laporan tentang kelanjutan EPF di wilayahnya.
“Masih belum ada pemberitahuan. Saya sendiri belum tahu bagaimana kelanjutannya EPF. Jadi masih belum jelas,” kata dia kepada Suarabanyuurip.
Sedangkan untuk soal ditutupnya EPF, dia mengaku sudah mendapat laporan pemberitahuan meskipun hanya melalui lisan. Menurutnya, ditutupnya EPF lantaran memang masa kontraknya telah habis. Bahkan, PT. Exteran selaku kontraktor pe‎ngelola EPF sudah berpamitan dengan Pemdes.
“Managemen Exteran juga sudah berpamitan ke kami?,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, lokasi EPF telah ditutup lantaran masa kontraknya habis. Lokasi EPF tercakup di tiga desa yang berada di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Yaitu, Begadon, Ringintunggal, dan Gayam.(Roz)