SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Berakhirnya program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tahun 2015 lalu, nampaknya masih menyisakan problem. Salah satu penerima program asal Kecamatan Widang, sampai saat ini belum menerima sisa biaya tenaga pengerjaan dari pelaksana atau mandor proyek.
“Sampai saat ini belum dilunasi,” kata Warga Desa Kujung, Widang, Matnain (35), kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui dikediamannya, Kamis (21/01/2016).
Padahal pengerjaaan proyek tahunan dari pemerintah tersebut telah dimulai bulan November 2015 dan selesai pada bulan Desember 2015 lalu. Pasca usai pengerjaan proyek, mandor tidak pernah terlihat kembali, sehingga phaknya bertanya-tanya ke Pemerintah Desa.
“Sempat laporan ke Pemdes, juga tidak mengetahui seluk beluk proyek tersebut,” imbuhnya.
Diketahui, sebagai desa model sejak tahun 2015, Desa Kujung memperoleh perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat. Sekira lima orang terpilih mendapat bantuan program bedah rumah.
“Terkait besaran setiap unit tidak ada yang tau,” tambahnya.
Terpenting rumahnya dapat lebih baik, dan layak huni dari sebelumnya. Akibat persoalaan ini, Matnain yang kesehariannya bertani hanya pasrah, dan berharap bantuan dari Pemdes.
Sesuai perjanjian awal, pembangunan lima rumah dikerjakan oleh tenaga tim pelaksana, dengan biaya pengerjaan sebesar Rp 2.800.000, setiap unitnya. Lantaran ingin menghemat biaya, matnain meminta pengerjaan rumahnya dikerjakan dengan tenaganya sendiri.
“Dari total biaya pengerjaan, baru menerima Rp 400 ribu,” ujarnya.
Sehingga ada sisa sekira Rp 2.400.000, yang belum diberikan oleh mandor proyek tersebut. Selain Pemdes Kujung, pihaknya juga berusaha menghubungi rekanan yang memenangkan tander proyek bedah rumah di Kujung.
“Dua kali saya kerumahnya, namun tak pernah bertemu,” ungkapnya.
Diketahui, pemenang tander proyek tersebut tak lain Kepala Desa Wangun, Kecamatan Palang, Tuban, Santoso. Sebagai rekanan pihaknya juga membuka lelang untuk menyelesaikan proyek, dan dimenangkan oleh Saudara Amin, warga Desa Jarum, Kecamatan Semanding, Tuban.
Terpisah, Pemdes Kujung, Suyatno, membenarkan kalau Matnain belum menerima keseluruhan biaya tenaga pengerjaan rumahnya. Selama ini pihaknya telah berusaha menghubungi rekanan, maupun tim pelaksana lapangan.
“Tetapi belum ada hasil,” akunya.
Tahun 2015, ada lima Kepala Keluarga (KK) yang mendapatkan bantuan bedah rumah, meliputi, Samunti, Mastur, Rebo, dan Kasmiah. Dari kelima rumah yang telah selesai bulan Desember 2015 lalu, hanya sebagain yang sudah ditempati.
“Sisanya belum menempati, lantaran masih membenahi beberapa bagian rumahnya,” pungkasnya.(aim)