SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora-Pengelolaan sumur tua oleh paguyuban penambang sekarang ini dinilai Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) lebih ideal karena dalam operasinya mengacu pada standart. Â Selain itu, dari sisi kesejahteraan masyarakat juga lebih terjamin karena upahnya langsug diterima penambang.
Demikian disampaikan Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Iffah Hermawatri. Menurutnya, kontraktor mempunyai kewenangan dalam mengambil sikap sebagai upaya optimalisasi sumur peninggalan belanda tersebut. Namun demikian, antara paguyuban dengan BUMD atau KUD sama bagusnya.
“Untuk itu kami selalu mendorong untuk megoptimalkan pengelolaan sumur tua selama itu masih menurut aturan,†kata dia kepada suarabanyuurip.com, Kamis (21/1/2016). Â
Dalam mengelola sumur tua diperlukan biaya cukup tinggi. Karena itu, jika BUMD atau KUD ingin mengelola harus menyiapakan modal.
“Jangan menggandeng pihak ke tiga. Itu sama halnya dengan makelar,†tegas politisi Partai Demokrat itu.
Selama ini BUMD atau KUD menggandeng pihak ke tiga dalam pengelolaan sumur tua. Kondisi tersebut bertolak belakang dengan paguyuban penambang. Karena paguyuban menghimpun dana dari perorangan dan kelompok penambang untuk melakukan pengelolaan.
“Sehingga pendapatan yang diperoleh benar-benar dinikmati oleh warga penambang,†pungkas Iffah.(ams)