SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, mempertanyakan kapan pendapatan asli daerah (PAD) dari penyertaan saham (participating interest/PI) Â 10 % Blok Cepu diterima.
“Puncak produksi sebentar lagi, kami ingin tahu kapan tepatnya Bojonegoro dapat bagian dari PI Blok Cepu, ” ujar Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri kepada Suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Komisi dewan yang membidangi masalah migas dan pendapatan daerah itu akan terus mengawal pendapatan yang seharusnya segera didapatkan Bojonegoro setelah puncak produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sebanyak 165 ribu barel per hari (bph) terpenuhi.
Selain itu juga berapa nilai hutang yang harus dibayarkan PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) kepada mitranya PT Surya Energi Raya (SER) dalam pengelolaan PI Blok Cepu.
“Kita akan kejar terus,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT ADS, Ganesha Askari, mengatakan, pada hitungan awal Bojonegoro diperkirakan sudah menerima hasil dari penyertaan modal atau PI. Namun, saat ini perhitungannya berubah.
“Belum bisa diprediksi kapan pendapatan PI diterima, karena ada beberapa perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini,” sergahnya.
Perkembangan tersebut dikarenakan harga minyak mentah dunia yang mengalami penurunan secara signifikan akhir-akhir ini. Bahkan, harga minyak tahun 2016 berada di titik terendah yakni USD$30 per barel.
“Ini yang diluar perhitungan kita,” tandasnya.
Dia menyebutkan, apabila harga minyak mentah dunia berada di atas normal yakni sekitar USD$60 per barel, maka hitungan awal pendapatan dari PI sudah dapat diterima pada 2018 mendatang.
“Masih lihat perkembangannya bagaimana,” tutupnya.