Disperinaker Bojonegoro Belum Terima Data Naker Migas Kolibri

Para tenaga kerja saat beraktivitas mengerjakan proyek pagar lokasi sumur Migas Kolibri di Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Disperinaker Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku hingga kini belum menerima data dari perusahaan yang mengelola sumur minyak dan gas bumi (Migas) Kolibri perihal warga lokal yang terlibat di proyek migas Kolibri di Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Belum menerima data keterlibatan warga lokal sebagai tenaga kerja (Naker) di proyek migas Kolibri. Tapi sudah ada beberapa warga yang bekerja di sana,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Slamet.

Meski belum mendapatkan data jumlah tenaga kerja di Kolibri, lanjut Slamet, Disperinaker terus memantau perkembangan sumur Migas Kolibri. Sebab, lokasi proyek tersebut berada di sekitar masyarakat. Maka masyarakat lokal harus dilibatkan, terutama yang non skill agar tidak muncul polemik.

Slamet © 2023 suarabanyuurip.com

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Slamet.
© 2023 suarabanyuurip.com/Joko Kuncoro

“Warga lokal harus dilibatkan di proyek Kolibri agar tak terjadi polemik. Tapi jika tidak dilibatkan pasti akan terjadi polemik,” ujarnya, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (24/6/2023).

Diberitakan sebelumnya, aktivitas proyek sumur migas kolibri telah kembali dilakukan. Salah satunya pemasangan pagar lokasi yang dikerjakan oleh PT Petrotec, Senin (05/06/2023). Aktivitas tersebut sempat mendapat protes dari warga Desa Ngambon, Senin (12/06/2023). Kedatangan warga desa ring satu sumur Migas Kolibri tersebut minta agar dilibatkan dalam pengerjaan proyek Kolibri.

Aspirasi yang disampaikan warga mendapatkan respon positif dari perusahaan untuk dilibatkan. Sehingga total keseluruhan saat ini tenaga kerja dari desa sekitar lokasi kolibri sebanyak 13 orang. Rincian pembagiannya, Bondol 8 orang, Ngambon 5 orang.

“Jumlah itu sesuai hasil kesepakatan bersama dalam pertemuan dengan pihak Petrotec, Polsek dan Koramil Ngambon, serta warga Ngambon. Kemudian ini langsung kita koordinasikan dengan Pak Kades masing-masing,” ujar Filed Relation PEP Sukowati Field, Zona 11 Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream, Eko Yudha Prawira.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *