SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Persoalan yang sedang dihadapi perusahaan kilang mini di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, PT. Tri Wahana Universal (TWU), saat ini dinilai tidak sesuai semangat Pemerintah Indonesia yang berencana mengoptimalkan kilang mini.
Direktur Utama, PT. BMT, Budi Utomo, mengaku, telah mendengar informasi tentang rencana Presiden, Joko Widodo yang akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang kilang mini.
“Kalau diterbitkan jelas tidak sesuai dengan semangatnya yang akan mengoptimalkan kilang mini,” kata dia kepada Suarabanyuurip.com.
Menurut dia, salah satu sisi positif keberadaan kilang mini adalah mampu melibatkan pengusaha lokal. Disamping terlibat, pengusaha lokal juga dapat belajar berbisnis di dunia hilir migas.
Dia mengungkapkan, adanya kilang mini TWU juga membuat masyarakat lokal berani berinvestasi dalam bisnis.
“Masyarakat benar – benar keluar investasi. Seharusnya pemerintah juga mendukung,” ujarnya.
Kebijakan SKK Migas yang mengharuskan membeli minyak dengan harga yang disesuaikan di FSO Gagak Rimang di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dianggapnya tidak masuk akal dan memberatkan pengusaha yang terlibat kerjasama dengan TWU. Termasuk jasa transportir yang sudah berjalan.
“Kalau TWU tidak bisa mengolah, kita juga tidak bisa bekerja,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, TWU disebut telah menghentikan aktivitas pengolahan minyaknya terhitung sejak tanggal 18 Januari 2016. Meski hanya sementara, namun banyak yang mengkhawatirkan efek dari penghentian produksi tersebut. (Roz)