SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Salah satu Kapal Motor (KM) bantuan dari Pemerintah Pusat kepada nelayan Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dikabarkan tertangkap Polisi Air (Polair), di perairan Sumbawa, Lombok. Tertangkapnya kapal ukuran diatas 30 Gross ton (Gt) tersebut disinyalir surat izin operasinya telah habis.
“KM tertangkap Polair di Sumbawa, Lombok sekira hari senin lalu, kabar dari salah satu Anak Buah Kapal (ABK) nya,†kata warga Bulu, Kecamatan Bancar, Hadi (30), kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Jumat (22/01/2016).
Diketahui, KM yang tertangkap keamanan Lombok bernama KM Garuda/Pancasila, dioperasionalkan oleh Hafid, selaku sekretaris Koperasi Mina Sejahtera, Bulu, Bancar.
“Koperasi Mina Sejahtera salah satu yang mendapatkan bantuan KM,†jelasnya.
Dia menambahkan, pertengahan tahun 2015 lalu ada dua kapal nelayan Bulu yang beroperasi di sekitar perairan Sumbawa. Keduanya KM bantuan dari Pemerintah Pusat melalui program, Pembangunan Kapal Penangkap Ikan berukuran diatas 30 GT (In Kamina).
“Tetapi beberapa bulan lalu salah satu KM kembali pulang,†tambahnya.
Informasi dari salah satu ABK, KM Garuda/Pancasila tersebut, telah habis izin operasinya, sehingga ketika melintas di perairan Sumbawa, Lombok, langsung terkena razia Polair setempat.
Akibat penangkapan tersebut, sedikitnya ada belasan Anak Buah Kapal (ABK) yang ditahan di Lombok. Pihaknya berharap, Pemkab Tuban dapat membantu menyelamatkan kapal dan memulangkan ABK.
Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tuban, Sunarto, mengatakan, sampai hari ini pihaknya belum mendapatkan laporan tersebut. Padahal sudah tiga hari ABK disinyalir telah ditangkap oleh Polair Lombok.
“Belum ada informasi apapun,†sambungnya.
Secepatnya pihaknya bakal berkoordinasi dengan DKP Provinsi Jawa Timur, untuk membicarakan penyelamatan KM Garuda beserta belasan ABKnya.(aim)