Penambang Pasir Kurangi Aktifitas

SuaraBanyuurip.com -Ahmad Sampurno

Blora – Penambang pasir mekanik di wilayah Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tumbuh subur. Terbukti, dari data yang diperoleh Satpol PP Kecamatan Kedungtuban, terdapat belasan tambang pasir mekanik yang tersebar di Desa Jimbung dan Desa Panolan.

Menurut Kepala Satpol PP Kecamatan Kedungtuban, Tulus Sunarko, tercatat ada 7 titik lokasi penambangan di Desa Jimbung dan 12 titik di Desa Panolan.

“Akan tetapi saat musim hujan ini hanya 5 titik yang masih beroperasi. Dua titik di Desa Jimbung dan tiga titik di Desa Panolan,” kata dia, Jum’at (22/1/2016).

Pihaknya mengaku, selama musim hujan para penambang pasir mekanik dihimbau mengurangi aktifitas penambangan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi potensi longsor sepanjang bantaran bengawan solo.

“Minimal untuk melakukan sedot pasir dengan mesin, harus berjarak 100 meter dari bibir sungai,” ungkapnya.

Terkait potensi terjadinya lonsor selama musim hujan ini akibat penambangan pasir, pihaknya selalu memantau dan mengawasi.

“Kami bekerjasama dengan pihak pemerintah desa untuk membantu memantau perkembangan penambangan pasir mekanik di wilayahnya,” jelasnya.

Dia mengklaim, sampai saat ini belum pernah terjadi gesekan antar warga karena keberadaan penambangan pasir tersebut.

Baca Juga :   DPRD Blora Diserbu Warga

“Selalu dipantau dan diawasi supaya  terhindar dari gesekan. Karena kami telah menghimbau bagi para penambang untuk mengedepankan izin lingkungan dan Izin  usaha. Selama lingkungan mengizinkan tidak masalah,” ungkapnya.

Namun, menurut dia, pernah satu tempat penambangan ditutup karena berpotensi mengakibatkan longsor. “Melalui rembug lingkungan terpaksa diberhentikan karena membahayakan, diperkirakan karena berpotensi longsor dan mengakibatkan bencana,” pungkasnya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *