Produksi Kayu Tuban Turun 90 persen

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron 

Tuban – Sampai akhir tahun 2015 tercatat jumlah produksi kayu jati di hutan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalami penurunan yang signifikan. Padahal keberadaan hutan seluas 2.000 hektar tersebut,  idealnya mampu memproduksi kayu jati optimal 50 ribu kubik per tahun, namun dalam beberapa tahun ini hanya mampu memproduksi dikisaran 7 ribu kubik per tahun.

“Diperkirakan dalam setiap tahunnya produksi kayu Tuban turun 90 persen,” kata Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Tuban, Riyanto Yudotomo, kepada Suarabanyuurip.com.

Apabila tidak ada pencurian atau pembalakan kayu, hutan Tuban mampu menghasilkan kayu 50 ribu kubik per tahun, namun beberapa tahun ini Tuban hanya memproduksi kayu sekira 5 ribu sampai 7 ribu kubik per tahunnya.

“Kita prihatin hutan kita hanya mampu produksi 10 persen kayu,” ujarnya.

Penyebab turunnya produksi kayu jati salah satunya, tingginya populasi penduduk di wilayah setempat. Sehingga sebagian masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap, kerap kali membalak kayu di hutan.

“Itu memang sebuah pilihan masyarakat, namun kurang tepat,” tambahnya.

Baca Juga :   Diversi Kekerasan SMAN 4 Mencederai UU SPPA

Selain itu, minimnya tenaga pengawas hutan, juga menjadi penyebab minimnya penghasilan kayu. Diketahui luasan hutan setiap RPH rata-rata 900 sampai 1.000 hektar, paling banyak dijaga oleh tiga petugas.

“Bahkan ada salah satu RPH yang hanya dijaga 1 orang petugas,” ungkapnya.

Apalagi pasca ada manajemen baru, seluruh senjata api yang dibawa oleh setiap mantri di gudangkan. Keputusan tersebut jelas mengurangi kekuatan penjagaan, dan pengawasan hutan di Tuban.

Petugas tidak dapat berbuat apapun ketika terjadi pembalakan liar, serupa di BKPH Sundulan beberapa waktu lalu. Padahal rata-rata pembalak kayu kerap membawa senjata tajam maupun api.

“Salah satu kelemahan kita pada hal tersebut,” akunya.

Pihaknya menambahkan, beberapa lokasi yang kerap terjadi pencurian kayu diantaranya, BKPH Sundulan, RPH Jadi, dan RPH Plumpang.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *