SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Puluhan warga RT 01, RW 1, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melurug Pad A Lapangan Sukowati, Blok Tuban, di Dusun Plosolangan, Desa/Kecamatan Bojonegoro pada Senin (25/1/2016) malam.
Ketua RT setempat, Suntoko, menyampaikan, warga mendatangi lokasi Pad A karena meminta management JOB P-PEJ untuk merealisasikan permintaan warga yang terdampak kegiatan flaring sejak Desember lalu.
“Sebelum direalisasikan, kami minta flaring di Pad A dimatikan. Karena tadi sempat nyala pukul empat sore,” ujarnya.
Pria paruh baya ini meminta JOB P-PEJ bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan akibat flaring. Seperti yang dialami warganya beberapa waktu lalu seperti mual, muntah, dan sakit kepala.
“Kesepakatan antar warga saat sosialisasi minggu lalu ya mintanya tiap KK dapat kompensasi Rp800.000 tiap bulan,” tukasnya.
Dia menyampaikan, bau yang ditimbulkan akibat flaring seperti gas LPG. Namun, warga yang menciumnya tergantung arah angin sehingga tidak semua merasakan.
Sementara itu, humas JOB P-PEJ, Nurhasim, saat menemui warga menyampaikan tidak dapat memberikan keputusan atas tuntutan warga. Karena, masalah kompensasi bukan wewenangnya.
“Besok akan saya sampaikan kepada atasan apa yang diminta warga, jadi mohon bersabar,” ujarnya.
Setelah mendapat pengertian tersebut, warga yang terdiri dari pemuda, orang tua, dan ibu-ibu rumah tangga akhirnya meninggalkan lokasi yang dikawal oleh pihak kepolisian.(rien)