SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sedikitnya ada tujuh anggota kelompok eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekira pukul 16:30 WIB telah dipulangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban di kediamannya. Pemulangan tersebut lantaran santernya isu bahwasanya kelompok Gafatar adalah sesat.
“Pagi tadi staf Kesbangpol Pemkab Tuban menjemput di Surabaya,†kata Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyabudi, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Selasa (26/01/2016).
Tujuh anggota eks Gafatar yang kembali ke Tuban meliputi, Patria Budi Setyawan (30), dan Yuanita Wulansari (28), dan anak semata wayangnya, Jessica Avril Setyawardhani (4,5), asal Perumahan tasikmadu, kecamatan Palang. Tiga orang lainnya dari Kecamatan Tambakboyo meliputi, Imam Syafi’i, Nur Farida, dan anaknya Aditya berumur 10 bulan.
“Satunya asal Kecamatan Widang, tetapi ikut suaminya di Jombang,†jelasnya.
Pasca kembalinya tujuh warga tersebut, Pemkab masih mendata sekaligus memintai keterangan terkait aktifitas mereka selama di tanah seberang.
“Kita masih berkoordinasi dengan instansi terkait,†tambahnya.
Pihaknya berharap, kembalinya tujuh warga tersebut tidak dikucilkan oleh masyarakat setempat. Penyebabnya semua warga yang masih tercatat sebagai penduduk Indonesia, harus dilindungi dan mendapatkan hak yang sama.
“Jangan sampai masyarakat mengucilkan,†ujarnya.
Terpisah, Patria Budi Setiawan (30), ketika ditemui di rumahnya mengatakan, bahwasanya Gafatar bukan kelompok sesat. Tetapi semacam Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bergerak di bidang sosial budaya (Sosbud).
“Gafatar fokus di Sosbud, tidak ada kaitannya dengan agama,†sambungnya.
Diketahui, pekan ini seluruh anggota eks Gafatar yang telah menetap di Kalimantan Barat tersebut, telah dipulangkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim dalam beberapa gelombang. Masing-masing gelombang ada 180 orang, kemudian menginap dan diberi pembinaan terlebih dahulu di Asrama Transito Margorejo, Surabaya. (Aim)