Pemerintah Berharap Tidak Ada PHK Pekerja Migas

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Jakarta – Pemerintah berharap pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas) tetap optimis dalam menjalankan kegiatannya meskipun harga minyak dunia sedang tidak menggembirakan.

Pemerintah juga secara terbuka meminta masukan dari para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) mengenai regulasi atau insentif yang diperlukan supaya industri strategis ini bisa tetap bergairah.

Direktur Jenderal Migas, IGN Wiratmaja Puja, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, pemerintah bersedia melakukan berbagai inovasi dan intervensi, untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja migas.

“Kami mengundang industri hulu migas untuk berdikusi bersama. Mohon dapat diusulkan stimulus apa yang dibutuhkan untuk menjaga agar industri hulu migas dapat berjalan dengan baik, mencapai target, dan sebisa mungkin tidak melakukan phk karyawan,” ujar Wiratmaja melalui email yang diterima Suarabanyuurip.com, Selasa (26/1/2016).

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Amin Suryanadi, menyampaikan sejumlah strategi yang disiapkan untuk mengadapi krisis harga minyak dunia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan efisiensi pengeluaran capital (capital expenditure) dan pengeluaran operasional (operational expenditure), optimasi kegiatan pengeboran, serta peningkatan kegiatan kerja ulang dan perawatan sumur.

Baca Juga :   Kartar Kecamatan Gayam Kritisi Disnakertransos

Selain itu, industri hulu migas juga melakukan negosiasi harga dengan penyedia barang dan jasa serta mengevaluasi ulang proyek-proyek yang keekonomiannya terpengaruh harga minyak.

“Kalau saat harga minyak turun lalu ada proyek yang keekonomiannya tidak masuk, harus kita tinjau lagi,” ujar Amien.

Meskipun adanya sejumlah langkah efisiensi tersebut, SKK Migas tetap akan mempertahankan kegiatan-kegiatan eksplorasi dalam bentuk studi, survey, dan pengeboran.

Saat harga minyak turun seperti saat ini, harga-harga jasa pendukung kegiatan eksplorasi juga turun drastis.

“Sebagian dari investor berpendapat bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan eksplorasi,” tutupnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *