Persoalan TWU Karena Harga Minyak

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Di balik ancaman dampak sosial ekonomi masyarakat sekitar terkait rencana berhentinya operasi di kilang mini di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh PT.Tri Wahana Universal (TWU) ‎santer disebut karena masalah harga minyak dari Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang melibatkan Pertamina EP Cepu (PEPC).

Anak perusahaan Pertamina, badan usaha milik Negara (BUMN) itu memiliki saham 45 persen di Blok Cepu, sebagai wakil pemerintah.

“Sebenarnya masalahnya ada pada harga,” kata Direktur PT.Arta Surya Jaya (ASJ), Suryono belum lama ini.

Hanya berapa harga yang telah diberlakukan, Suryono mengaku tidak tahu pasti. Namun dia menjelaskan kronologis persoalan yang dialami TWU saat ini tidak lepas dari selesainya kontrak antara TWU dengan EMCL dan kemudian beralih ke Pertamina EP Cepu (PEPC).

Senada juga diungkapkan Direktur PT.BMT, Budi Utomo. Menurut dia, setelah selesainya kontrak antara TWU dengan ‎EMCL berlanjut dengan negoisasi harga dengan PEPC. Dia mengatakan harga minyak di TWU informasinya disesuaikan dengan ICP Arjuna.

Baca Juga :   BLH Anggap Semburan Biasa

Mengutip dari CNN Indonesia untuk harga minyak mentah Indonesia di Banyuurip melalui keputusan Menteri ESDM Nomor 209/12/DJM.B/2015 ditetapkan bahwa harga minyak mentah Banyuurip pada titik serah floating storage and offloading (FSO) Gagak Rimang menggunakan formula ICP Arjuna Plus minus USD 0,5 per barel. Sedangkan untuk penjualan dari early production facility (EPF) akan memakai formula ICP Arjuna minus USD 3,5 per barel. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *