SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Turunya harga bahan bakar minyak (BBM) belum lama ini, ternyata tidak berpengaruh terhadap harga kebutuhan bahan bahan pokok seperti beras. Di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harga beras cenderung stabil.Â
Namun diprediski tidak lama lagi akan mengalami kenaikan seiring dengan datangnya masa panen raya.
Karno, pemilik toko beras di Jalan Pemuda Cepu, menuturkan, harga beras cenderung stabil meskipun harga BBM mengalami penurunan. “Harga setabil, tidak ada kenaikan atupun penurunan yang signifikan,†kata kepada suarabanyuurip.com, Rabu (27/1/2016).
Kondisi tersebut, menurutnya,telah berlangsung sejak 4 bulan terakhir. Namun Karno memastikan,sebentar lagi harga beras akan naik dikisaran Rp200 per kilo gram untuk jenis beras lokal.
“Kami sudah diberitahu dari pihak penggilingan. Untuk kapan waktunya kami belum tahu,†ujar Karno, mengungkapkan.
Kenaikan harga ini terus berlanjut hingga mencapai Rp500. “Itu berdasarkan dari pengalaman sebelumnya hingga mendekati puncak panen raya,†terangnya.
Dia menjelaskan, beras yang dia jual sebagian besar dari pengusaha sekitar. “Blora maupun dari tuban,†jelasnya.Â
Saat ini beras yang dia jual dan biasa untuk konsumsi terdapat berbagai jenis beras, mulai dari harga Rp 8.500 sampai dengan Rp12.000. Di antaranya rojo lele, mawar dan beberapa jenis lainnya.
“Yang paling dicari adalah dua jenis beras tersebut,†ujarnya.
Harga tersebut bersiap berubah seiring dengan pemberitahuan dari pengusaha penggilingan. Karena harga beras dipengaruhi oleh datangya musim panen saat musim hujan seperti sekarang ini.
Juamiati (53) pedagang beras lainnya di Pasar beras Cepu menuturkan, harga beras yang dijual telah mengalami kenaikan. “Kenaikannya mencapai Rp500,†jelasnya. Dengan rata-rata harga per kilo gram (kg) antara Rp9.000 dan Rp9.500.(ams)
Â