Gudang Sulfur Dipersoalkan Warga

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Keberadaan gudang pengolahan sulfur yang bahan dari Centra Processing Plant (CPP) Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ), Blok Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dipersoalkan  warga sekitar.

Selain tak diketahui siapa pemilik usaha tersebut, warga merasakan dari gudang ini sering mengeluarkan bau menyengat mengganggu warga. Diantaranya mengakibatkan pusing, dan serasa panas di saluran pernafasan.

Menurut Sri Ningsih, pemilik warung sekitar gudang, kondisi tersebut telah berlangsung selama dua bulan terakhir. “Warga disini sering merasa pusing dan sesak di dada karena baunya,” katanya, Kamis (28/1/2016).

Dia mengaku, keberadaan gudang pengolahan sulfur tersebut tanpa seijin warga. “Tiba-tiba saja ada usaha itu. Setahu saya warga tidak  pernah dimintai ijin,” ungkapnya.

Santer kabar di lapangan jika tidak lama lagi warga akan melakukan protes. Alasannya karena tak jelas pemiliknya, dan bau menyengat yang keluar dari usaha tersebut telah mengganggu.

Seorang pekerja gudang yang tidak mau disebut jatidirinya mengaku, tidak tahu perihal pemilik usaha tersebut. Pihaknya juga tidak tahu sulfur tersebut akan digunakan untuk apa.

Baca Juga :   Minta Simulasi Ulang Kegagalan Teknologi

“Saya baru satu bulan bekerja di sini, Mas,” ungkapnya.  

Dia menjelaskan, tempat dia bekerja sebelumnya berada di wilayah Kalitidu,  Bojonergoro, Jawa Timur. Karena transportasinya terlalu jauh, maka usahanya pindah di sini supaya lebih dekat.

“Sampai sekarang siapa pemilik usaha ini saya tidak tahu,” jelasnya.

Dia pun mengaku kerap  merasakan rasa sesak nafas, dan panas di dada saat mengemas sulfur ke dalam karung. Meskipun sudah memakai penutup tetap saja baunya tembus.

Diceritakan proses pekerjaan di dalam gudang, sebenarnya cukup sederhana. Bahan baku sulfur berbentuk seperti batu dihaluskan dengan mesin, setelah itu dimasukan dalam karung. Bahan baku seperti batu padat itu diambil dari lokasi PPGJ. “Pengambilannya secara manual dari lokasi proyek,” kata dia.

Sementara itu HRD dan Umum PT Titis Sampura, operator PPGJ, Citra, saat dikonfirmasi membenarkan jika sulfur tersebut berasal dari CPP.

“Iya, Mas. Sulfur itu dari CPP PPGJ,” ungkapnya saat dihubungi suarabanyuurip.com melalui ponselnya.  

Hingga berita ini diturunkan, pemilik usaha tersebut belum bisa dimintai konfirmasi. (ams)

Baca Juga :   Pantau Aktivitas Dump Truck Pengangkut Tanah Urug J-TB

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *