Katering Lokal Soroti Indocater

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Pengusaha katering di sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diam – diam merasa gelisah dengan keberadaan salah satu perusahaan pemenang tender maintenance (perawatan) yang bergerak di bidang katering, PT.Indocater.

Sebagaimana diungkapkan, pemilik katering CV.Tegar Katering dari Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kartini. Dia mengungkapkan, informasi keberadaan Indocater sempat menjadi sorotan dan perbincangan antar pengusaha katering di Kecamatan Gayam.

“Sudah tahu, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com ditemui di rumahnya, Kamis (28/1/2016).

Menurut dia, keberadaan perusahaan tersebut sama halnya menyingkirkan peran pengusaha lokal yang bergerak di bidang katering. Padahal, pengusaha lokal optimis mampu untuk memenuhi kebutuhan katering di proyek maintenance.

“Kalau diberi kesempatan sebenarnya pengusaha lokal mampu,” kata dia.

Kartini mengatakan sejauh ini tidak ada komunikasi dari PT Indocater untuk membicarakan masalah usaha katering. Setidaknya, tawaran untuk bekerjasama dengan pengusaha lokal.

“Saya juga tidak tahu kenapa dikuasai pengusaha katering dari luar daerah,” tuturnya.

Baca Juga :   Proyek Pipa Gas Cisem Tahap II Rp 3,3 Triliun Dimulai 2024

Dia mengakui, pengusaha katering saat ini sedang mengalami kegelisahan. Terlebih menjelang rampungnya proyek konstruksi (engineering, procurement and constructions/EPC) di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.

Senada juga diungkapkan pemilik katering dari CV.Agung Rizki,  Siti Maskuratin. Menurut dia, sebagian besar pengusaha lokal yang bergerak dalam usaha katering  menilai, adanya PT.Indocater telah menghilangkan semangat pelibatan konten lokal sebagaimana amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23 tahun 2011 tentang Konten Lokal. 

“Kita sudah dengar adanya Indocater. Makanya secara tidak langsung pengusaha katering akan ditersingkirkan,” ucapnya.

Apalagi, lanjut dia, permintaan katering dari proyek EPC yang tersisa kian menurun. Disinggung mengenai kemampuan pengusaha lokal, dia menyatakan sebagian besar pengusaha katering merasa mampu. Terlebih, sudah memiliki pengalaman selama bekerjasama dengan perusahaan migas di proyek EPC.

“Kita mampu – mampu saja. Tapi bagaimana yang diinginkan standart katering di Indocater kita tidak pernah tahu,”tuturnya.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *