SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tampaknya belum terbuka soal pencairan insentif PT Holcim selama 11 bulan melalui rekeningnya. Padahal dalam pertemuan sebelumnya HNSI juga menghadiri, dan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan.
“Kami belum mengetahui soalnya langsung ditangani pimpinan,” kata Ketua HNSI Tuban, Faisol Rozi, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (30/01/2016).
Pihaknya hanya menjelaskan bahwasanya insentif bakal ditranfer secara bertahap. Itupun waktunya kapan belum jelas dari perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Tambakboyo, Tuban.
Selain itu dalam rapat pertemuan pembubaran tim pemantau sektor laut Holcim, hari Kamis (28/01/2016) kemarin, langsung di serahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat.
“Kewenangan tersebut langsung kami serahkan ke DKP Tuban,” imbuhnya.
Dalam pertemuan singkat selain membubarkan tim pemantau sektor laut, juga dibahas pembayaran insentif selama 11 bulan PT Holcim yang belum dibayarkan. Tercatat sejak bulan Maret 2015 sampai bulan Januari 2016, tim pemantau terus mendesak Holcim untuk mencairkan.
Sementara, Koordinator Tim Pemantau Sektor Laut PT Holcim, Rohmad Hidayat, membenarkan bahwasanya pencairan insentif selama 11 bulan bakal ditranfer melalui rekening HNSI.
“Bakal ditransfer melalui rekening HNSI,” sambungnya.
Sejak tahun 2012 sampai 2015 pemantaun meliputi tiga unsur, Rukun Nelayan (RN), Himpunan Nelayan Seluruh Indoensia (HNSI), dan Keamanan Laut Terpadu (Kamladu).
“Kami berharap pencairan lebih cepat lebih baik,” harapnya. (Aim)