SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Badan Usaha dan Logistik (Bulog) sub Drive III Jawa Timur, awal tahun 2016, giat menggelar operasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di seluruh pasar tradisional, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Operasi tersebut sedikitnya menghabiskan 9 ton beras jenis premium selama sepekan.
“CBP yang disalurkan ada 9 ton beras premium,” kata Kepala Gudang Bulog, Tuban, Bejo, kepada Suaabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (30/01/2016).
Tujuan dari operasi pasar tersebut, tak lain untuk menyetabilkan harga beras di pasaran. Sehingga harga beras dari pedagang tidak melambung tinggi, di tengah sebagian petani setempat masih menanam padi.
“Kami sudah memprediksi awal musim tanam harga beras pasti naik,” ujarnya.
Prediksi tersebut tidak meleset, terbukti harga beras premium di pasaran menembus Rp 10 ribu per Kg, sampai Rp 10.200 per Kg. Patokan harga tersebut tidak dapat ditawar oleh masyarakat setempat, penyebabnya tidak ada pilihan lain.
“Sebelumnya sering ada keluhan dari warga terkait harga beras mahal,” tambahnya.
Sehingga sejak tanggal 22-30 Januari 2016, Bulog melakukan operasi pasar keliling, salah satunya di Pasar Baru Tuban. Harga beras yang ditawarkan langsung diserbu konsumen, perihal lebih murah dari harga beras umumnya.
Diketahui, selisih harga beras Bulog per satu Kilogramnya dapat mencapai Rp 1 ribu dari harga umum. Biasanya harga di pasar sekira Rp 9 ribu sampai Rp 9.500, Bulog berani menjual Rp 8 ribu hingga Rp 8.500 per Kg beras.
“Kami berani menawarkan harga lebih murah,” ungkapnya.
Rata-rata beras premium dari Bulog dikemas dengan berat 5 Kg, dengan harga per Kg nya sekira Rp 7.900. Lainnya kemasan dalam karung zak dengan berat 50 Kg, harganya Rp 8.100 per Kg. Dalam operasi tersebut, tidak hanya konsumen yang menyerbu beras murah. Banyak pedagang setempat juga memborong beras premium CBP tersebut.
“Pedagang harus mengantongi izin dari Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) setempat,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, adanya operasi pasar CBP kali ini mampu meringankan beban ekonomi masyarakat Tuban. Sehingga di tengah lonjakan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang membumbung tinggi, masyarakat tidak kesulitan mendapatkan beras murah.(Aim)