SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, langsung melakukan pengecekan di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, yang tercemar bau gas yang disinyalir dari Pad A, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Senin (1/2/2016).
Sekretaris BLH, Agus Suhariana, mengatakan, dari gas detector yang digunakan untuk mengecek udara terdapat kandungan H2S sebesar 1 PPM.
“Kalau dikatakan bahaya ya tergantung, kita belum bisa memastikan apakah kandungan H2S ini melebihi ambang batas atau tidak,” ujarnya.
Meskipun begitu, bau yang dirasakan warga sejak Minggu (31/1/2016) malam memang benar-benar ada, dan menimbulkan pusing, mual, bahkan pingsan.
“Kalau lama menghirupnya pasti pusing dan pingsan,” tukasnya.
Sementara itu, Warsiah (45), mengatakan, sejak sebulan terakhir bau dari Pad A sudah mulai tercium. Bau yang dirasakan terkadang busuk terkadang seperti gas LPG.
“Selama lima tahun terakhir kami tidak pernah mendapatkan program CSR sama sekali,” pungkasnya.(Rien)