SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorongan operator migas di Bojonegoro, Jawa Timur untuk melaksanakan amanah Peraturan Daerah (Perda) No 23/2011 tentang percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dalam pelaksanaan eksplorasi dan eksploitasi serta pengolahan minyak dan gas bumi atau dikenal dengan Perda Konten Lokal.
Bupati Bojonegoro, Suyoto mengungkapkan, selama ini Pemkab terus mendorong secara maksimal kepada operator migas baik Mobil Cepu Limited (MCL), operator Blok Cepu, Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB PEPJ), operator Blok Tuban, dan Pertamina EP, operator Blok Gundih. Meskipun hasilnya belum sepenuhnya mengakomodir kepentingan lokal, namun semua pihak jangan patah semengat.
â€Dakian ini sudah selesai. Semua harus dilakukan dengan niat sungguh-sungguh. Salah satu dorongan kami agar pemuda lokal bisa terbang tinggi adalah meminta MCL memberikan pelatihan dan sertifikasi sebagai wujud CSR (Corporate Sosial Responsibility),†kata Suyoto kepada www.suarabanyuurip.com, Rabu (6/3/2013).
Dengan adanya kegiatan industri minyak dan gas bumi ini, diharapkan masyarakat luas terutama pemuda lokal bisa terjun ke dunia kerja. Terlebih jika mumpuni di bidang migas. Berkail-kali dikatakan jika dual track pembangunan di Bojonegoro itu berbasis Agro industri dan berbasis Migas.
“Setiap kesempatan migas ini harus kita kawal. Seperti yang sudah saya katakan untuk anak-anak yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan sertifikasi dari operator atau kontraktor proyek migas harus sungguh-sungguh dan profesional kerja,†tegas pria yang menggemari sambal mentah ini.
Suyoto menekankan, semua pihak untuk terus membela hak-hak pemuda lokal dan terus mengawal mereka untuk mendapatkan peluang pekerjaan ataupun peluang usaha. Pembelaan itu tidak hanya dari Pemkab saja tapi dari seluruh operator dan kontraktor migas yang beroperasi di Bumi Angling Dharma ini.
“Pelataihan dan sertifikasi yang sudah diberikan oleh MCL beberapa waktu lalu menjadi sebuah pengawalan. Bagaimana para pemuda dilatih dan dilibatkan langsung,†tegas Ketua DPW PAN Jatim ini.
Suyoto menjelaskan, pengawalan diawali dari keberpihakan siapa yang dilatih dan dilibatkan. Bagaimana Pemkab mengidentifikasi peluangnya, dan melakukan evaluasi, pengecekan dan pengawasan sesuai amanah Perda Konten Lokal.
“Usaha kita sudah sangat optimal,†tandas Kang Yoto-panggilan akrab Bupati Suyoto. (rien)