SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Potensi pertanian dan peternakan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tergolong besar, namun potensi tersebut dianggap kurang tersentuh untuk dikembangkan. Sehingga perlu dibentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pertanian. Guna untuk memaksimalkan dipotensi pertanian.
Hal itu diungkapkan oleh Arifin Muhdiarto, anggota komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Blora, Kepada Suarabanyuurip.com, Senin (1/2/2016)
Menurutnya, dengan adanya BUMD yang fokus pada sektor pertanian, hasil pertanian yang cukup besar bisa diolah di Blora dan itu akan lebih bagus. Terlebih, lanjut dia, Blora pernah mendapatkan predikat pertanian terbaik di Indonesia pada tahun 2015 lalu.
“Daerah juga bisa mendapatkan pemasukan dari sektor pajaknya,” ungkap Politisi PKS asal Cepu ini.
Dia mencontohkan, jagung saat masih belum tersentuh dengan maksimal. “Sehingga perlu adanya perhatian,” ujarnya menerangkan.
Dia menambahkan, dengan melihat potensi Blora yang sebagian besar adalah wilayah hutan, peternakan di Blora juga bisa dikembangkan melalui BUMD tersebut.
“Dengan luasan hutan antara 40 sampai 50 persen wilayah Blora adalah hutan. Tentunya peternakan juga sangat potensial untuk dikembangkan. Khususnya di wilayah-wilayah pinggiran hutan,” kata dia.
BUMD tersebut perlu dibentuk, menurut dia, karena melihat dua BUMD sektor Migas kurang optimal.
“Ya, selama ini BPH dan BPE kurang optimal,” jelasnya. (Ams)