SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Menjelang segera dikerjakannya proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) mematik perhatihan serius Pemerintah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Baik dari segi pemantauan perekrutan  tenaga kerja (Naker) maupun penangkapan peluang kerja yang bisa didapatkan bagi masyarakat desa sekitarnya.
Camat Ngasem, Machmuddin, mengatakan, selain akan melakukan pantauan berkaitan rekrutmen naker, juga akan menangkap peluang yang ada dari proyek J-TB yang bisa dikerjakan oleh warga desa sekitar proyek.
“Karena lokasi tapak Sumur Gas Jambaran berada di Desa Bandungrejo yang masuk wilayah Kecamatan Ngasem tentunya kami akan terus melakukan pemantauan secara serius,” kata Machmuddin, kepada Suarabanyuurip.com.
Untuk bisa memantau secara cepat, telah dibentuk Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Ngasem. Hal ini merupakan salah satu langkah yang dianggap efektif agar bisa mengikuti perkembangan proyek nantinya.
“Sudah kami bentuk, dan tinggal menjalankan saja,” jelasnya.
Selain berkoordinasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial maupun Camat sekitar J-TB, melalui BKAD ini tentunya bisa memantau secara langsung dalam rekrutmen naker, dan peluang kerja.
“Saya yakin jika ada calo naker pasti cepat ketahuan, begitupun peluang kerja, seperti penyediaan katering dan lain sebagainya. Tentunya dengan menggunakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masing-masing,” ujarnya menerangkan.
Pembentukan BKAD yang dilakukan bukan berarti ada unsur  merebut atau apa, tetapi lebih pada memperhatikan pemberdayaan warga sekitarnya. Mengingat, dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pengerjaan proyek J-TB adalah warga desa terdekat yang terlebih dulu bakal merasakannya.
“Kami berharap, pada intinya kalau warga lokal mampu dan bisa melakukan, tidak perlu perusahaan mengambil dari luar daerah,” imbuhnya.Â
“Informasinya pertengahan bulan Februari ini sudah dimulai pengerjaannya, Mas,” pungkasnya. (Roz/ko)