Tegaskan Bau Tak Sedap Bukan H2S

SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro – Manajemen JOB PPEJ menyampaikan bahwa kegiatan rig well service di sumur SKW#15 adalah pekerjaan yang umum dilakukan dalam operasi suatu lapangan migas.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperbaiki sumur dengan cara melakukan isolasi penyemenan pada zona produksi saat ini untuk kemudian diperforasi ulang pada interval yang dikehendaki sesuai dengan hasil analisa dan evaluasi formasi.

“Tujuan akhirnya, agar produksi sumur minyak bisa bertambah sesuai yang diharapkan guna dapat memberikan tambahan produksi atau mengurangi laju penurunan produksi minyak,” kata Field Admin Superintendent JOB PPEJ, Akbar Pradima saat pers release, Selasa (2/2/2016) malam di salah satu hotel di Bojonegoro.

Tentang masalah bau yang ditimbulkan dari aktifitas ini, lanjut Akbar, berasal dari fluida formasi yang mengandung unsur kimia beragam yang utamanya adalah kandungan sulfur / belerang. Unsur kimia ini memang menimbulkan bau yang kurang nyaman dan semestinya tidak memberi dampak negatif pada kesehatan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang karena gas itu bukan merupakan gas beracun (H2S). Kami selalu memonitor kadar H2S yang terkandung dalam gas yang terproduksi bersama minyak. Ini juga untuk menjamin  keamanan dan keselamatan pekerja di lokasi yang pastinya berada lebih dekat dengan lokasi sumber,” kata Akbar.

Baca Juga :   Pertamina EP Bentuk Tim Bahas Batas Tarif Angkat Angkut Minyak Tua

Manajemen berkomitmen membantu masyarakat yg terpapar bau yang tidak nyaman ini yang membuat beberapa anggota masyarakat di desa Sambiroto merasa mual dan pusing, khususnya yang sempat dirawat di rumah sakit.

“Manajemen JOB PPEJ memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini dan juga mengucapkan terima kasih atas dukungan aparat yang membantu menenangkan masyarakat,” tuturnya.(Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *