Tuban Potensi Besar Pembangunan Kilang Mini

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sampai saat ini belum memiliki rencana untuk mendesak ekskutif Pemkab Tuban, terkait peluang pembangunan kilang mini.

Padahal secara geografis Tuban memiliki kelebihan lokasi strategis, dibandingkan dengan daerah penghasil Migas lainnya serupa Kabupaten Bojonegoro.

“Belum ada rencana untuk kilang mini,” kata Ketua DPRD Tuban, Miyadi, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Selasa (02/02/2016).

Sesuai Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 146 tahun 2015, bahwasanya Pemerintah Pusat telah menyiapkan regulasi pembangunan kilang mini di daerah sekitar penghasil Migas. Upaya tersebut tak lain untuk mewujudkan ketahanan energi Nasional, sekaligus menjamin ketersediaaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Nasional.

“Kalau potensi kilang bagus, kami akan mengupayakan,” ujarnya.

Sesuai Kepres tersebut, Tuban memiliki potensi besar atas pembangunan kilang mini. Selain berbatasan dengan laut Jawa, nantinya keberadaan kilang mini akan mendukung operasinya kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang dioperasikan PT Pertamina di wilayah setempat.

Baca Juga :   Kades Sekitar Blok Cepu Curhat ke Komisi VII

Apalagi di perairan Utara Tuban sekira 23 Km, terdapat fasilitas Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang.

“DPRD akan usulkan peluang tersebut ke ekskutif,” tambahnya.

Diketahui, keberadaan FSO Gagak Rimang diproyeksikan untuk mendukung, produksi puncak lapangan Banyuurip sebesar 165 ribu barrel per hari.

Fasilitas terapung yang ditambatkan 23 Km di lepas Pantai Utara Tuban pada kedalaman 33 meter tersebut, secara permanen dapat berputar hingga 360 derajat di sekitar menara tambat.

Penyebabnya, pada menara penambat terpasang swivel yang dilengkapi dengan flexible jumper hoses, guna mengalirkan minyak dari swivel menuju fasilitas penyimpanan terapung tersebut.

Selain itu, proyek konversi senilai USS 298 juta tersebut, memiliki daya tampung 1,7 barrel. Dulunya dikerjakan oleh PT Scorpa Pranedya bermitra dengan Sembawang Shipyard di Singapura. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *