Warga Sepakat Minta Kompensasi Rp6 juta/bulan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, memboikot pertemuan dengan operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ), yang rencananya dilaksanakan di Kantor Kecamatan hari ini, Rabu (3/2/2016).

Pertemuan ini sebagai tindak lanjut munculnya bau busuk dari Pad A Sukowati yang mengakibatkan belasan warga setempat klenger.

“Ngapain ngajak ketemu di kantor kecamatan? Di sana jauh, lagipula kita punya balai desa yang bisa menampung seluruh warga,” kata salah satu warga, Sutikno (45) di balai desa setempat.

Saat ini ratusan warga berkumpul di balai desa untuk menunggu kedatangan JOB P-PEJ. Apabila tetap tidak ada tanggapan, maka lokasi pengeboran di Pad A akan diblokir.

“Kita hanya ingin dianggap oleh JOB P-PEJ, dianggap itu artinya ya diperhatikan. Jangankan kompensasi, sosialisasi kegiatan saja tidak pernah,” ungkap mantan Kepala Desa Sambiroto ini.

Selama ini, warga merasa dirugikan dengan adanya pengeboran di Pad A. Hampir 10 tahun lamanya, tidak ada imbal balik kepada warga baik itu program CSR, Tenaga Kerja, maupun kompensasi.

Baca Juga :   Pertamina EP Sukowati Field Komitmen Kembangkan Potensi Herbal

“Dulu pernah dikasih kompensasi, sejak tahun 2005 sampai sekarang” tandasnya.

Oleh sebab itu, dari kesepakatan yang dibuat hari ini warga meminta kompensasi sebesar Rp200.000 per jiwa per hari atau Rp6 juta per jiwa per bulan.

Sementara data dari Pemerintah Desa Sambiroto, jumlah warga di desa setempat sejumlah 8600 KK atau 3600 jiwa.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *