SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Dana Bagi Hasil (DBH) Gas untuk Kabupaten Blora, Jawa Tengah,
diprediksi bakal mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hal itu,
mengingat Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan
Kradenan, telah mencapai puncak produksi sebesar 50 MMSCFD sejak
Desember tahun 2015 lalu.
“Pada tahun-tahun sebelumnya DBH gas untuk Blora di bawah angka Rp 100
juta. Tahun ini kami prediksi bisa mencapai Rp 24 miliar,†ujar Kepala
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, Setyo Edy, kepada Suarabanyuurip.com.
Selain dalam kondisi produksi puncak, lanjut dia, ada komponen lain
mengapa DBH gas diprediksi naik. Menurutnya, berbeda dengan minyak,
harga Gas di pasaran domestik maupun internasional relatif stabil.
“Karena itu kami optimisi DBH Gas meningkat, bahkan bisa mencapai Rp
32 miliar. DBH Gas itu akan diterimakan tahun ini juga. Kami akan
tagih ke pemerintah pusat,†tegasnya.
DBH migas diatur dalam UU No 33/ 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dalam pasal 14 huruf e dan f disebutkan bahwa prosentase dana bagi hasil minyak bumi sebesar 84,5 persen untuk pemerintah dan 15,5 persen untuk daerah. Sedangkan DBH gas bumi 69,5 persen untuk pemerintah dan 30,5 persen untuk daerah.
Dari total 30,5 persen tersebut bagian untuk daerah penghasil sekitar
12 persen, 6 persen untuk provinsi dan 12 persen bagi kabupaten dan
kota yang masih satu wilayah provinsi dengan daerah penghasil. (ams)