SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, menganggap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora Jawa Tengah, sampai saat ini masih kurang dalam menyosialisasikan datangnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kepada warga.
Terbukti, dalam musyawarah pembangunan (Musrenbang) tidak menyinggung usulan kepemudaan khususnya dalam menghadapi MEA.
“Pemda Blora Kurang memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Ketua Komisi D DPRD Blora, Siswanto, saat mengikuti Musrenbang Kecamatan di Pendopo Kecamatan Cepu, Rabu (3/2/2016).
Seharusnya, menurut dia, pemerintah menyosialisasikan secara cepat terutama terkait ancaman dan peluang datang MEA saat ini. Ancamannya, lanjut dia, kita siap dijajah.
“Dalam arti, siap dijajah produk-produk dan tenaga asing masuk wilayah kita,” ungkapnya.
Untuk menyikapi hal itu, menurut dia, kabupaten harus bisa menyesuaikan dan melakukan langkah cepat sebelum semuanya masuk.
“Pemuda perlu digarap secara inten karena memiliki potensi besar. Baik melalui karang taruna dan kelompok belajar masayarakat,” jelasnya.
Dengan begitu, pihaknya mengaku, daerah bisa bersaing dalam menghadapi MEA yang telah dimulai awal tahun 2016 ini. (Ams)