SuaraBanyuurip.com -Â Winarto
Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, untuk meningkatkan perekonomian warga desa sekitar proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) telah menyiapkan berbagai program. Salah satunya adalah program dibidang pertanian, dan peternakan.
“Programnya sudah kami siapkan. Teknis pelaksanaannya jelas melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes) masing-masing, dan dinas terkait lainnya,” kata Camat Ngasem, Machmuddin, kepada Suarabanyuurip.com belum lama ini.
Dipilihnya program pertanian, dan ternak, selain tidak memerlukan modal yang banyak juga lebih mudah dipahami oleh warga. Terkait program ternak, kata dia, lebih memilih ke-kambing.
“Saya percaya warga sekitar J-TB banyak yang mampu. Lagi pula program ini juga kearah jangka panjang. Sehingga lambat laun bisa meningkatkan perekonomian mereka,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan kualitas, kata dia, hanya tinggal memberikan tambahan bekal ilmu cara dalam beternak kambing, dan pola tanam pertanian yang benar. Seperti pola makannya, minum maupun menjaga kesehatan. Begitu pula dengan bidang pertanian dipastikan mereka juga bisa cepat memahaminya.
“Saya yakin, warga sudah tidak asing lagi dengan ternak kambing, dan dunia pertanian. Sebab, rata-rata warga pinggiran hutan tersebut bekerja sebagai petani, dan beternak,” jelasnya.
Ditambahkan, upaya merubah mainset bagi mereka sedini mungkin segera dilakukan. Agar mereka tidak terfokus pada harapannya yang tertuju pada keterlibatan sebagai naker proyek migas saja. Sebab proyek migas mayoritas membutuhkan tenaga skil. Selain itu, juga tidak permanen. Artinya, pasti ada batas waktu penyelesaiannya.
“Pengerjaan proyek pasti waktunya juga tidak lama, atau bisa disebut jangka pendek. Paling cuman tiga sampai empat tahun pengerjaan bangunan J-TB finising atau habis. Pengurangan naker pasti akan dilakukan,” ujarnya.
“Cantohnya di proyek Banyuurip, Blok Cepu ribuhan nakernya yang un skil dikurangi, dan tinggal naker skil saja yang dipakai,” tuturnya.
Diharapkan, operator proyek Unitisasi Lapangan Gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dapat mendukung program yang telah disiapkan tersebut. Tentunya, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) nya.
“Bagi saya siapapun yang jadi pendampingnya tidak masalah. Terpenting LSM lokal Bojonegoro. Intinya bertujuan untuk kebaikan dan perkembangan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya,” pungkasnya. (Win)