SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro  – Pompa penyedot air yang berada di kawasan Kota Bojonegoro, Jawa Timur, mulai di siagakan. Hal itu untuk mengantisipasi luapan air Sungai Bengawan Solo. Saat ini status sungai terpanjang di Pulau Jawa itu sudah memasuki siaga hijau, Senin (08/02/2016).
Pompa penyedot air di wilayah Kota Bojonegoro, teptnya di Kelurahan Banjarejo dan Ledok Kulon saat ini sudah disiagakan untuk menghadapi banjir. Apabila genangan air luapan Bengawan Solo memasuki perkotaan maka disedot dan dibuang kembali ke Bengawan.
Sesuai dengan papan alat ukur di Taman Bengawan Solo (TBS) dekat Pasar Kota menunjukan titik 13.60 peilschaal pada pukul 09.00 Wib. Tren permukaan itu naik jika dibanding pada pukul 06.00 Wib berada di titik 13.30 peilschaal. Kemungkinan air terus mengalami peningkatan karena di wilayah hulu kondisinya masih tinggi.
“Kemungkinan di Bojonegoro tren air masih naik, karena di wilayah hulu seperti Karangnongko trennya masih tinggi,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Sukirno, Senin (8/2/2016).
Sejumlah kecamatan di Bojonegoro yang dinyatakan rawan banjir luapan Bengawan Solo sebanyak 16 kecamatan. Sedangkan, desa atau kelurahan yang dinyatakan rawan banjir sebanyak 147 desa dan kelurahan.
Wilayah kecamatan yang jadi langganan banjir di antaranya Kecamatan Ngraho, Padangan, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Trucuk, Malo, Kapas, Kanor, Balen, Sumberejo, Baureno. (Rien)