SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sebanyak 150 umat Tri Dharma menjalankan ibadah sejak malam perayaan Imlek tahun baru monyet api 2567, di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Shing Bio (KSB) Tuban, Jawa Timur. Salah satu doa yang dipanjatkan yakni turunnya hujan, sekaligus membawa berkah di tahun 2016 ini.
“Kami senang hujan turun saat perayaan Imlek,†kata salah seorang umat Tri Dharma asal Kecamatan Tuban, Siau Cu, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai sembahyang di TITD KSB Tuban, Senin (08/02/2016).
Dia menjelaskan, sejak dulu kami percaya turunnya hujan dalam perayaan Imlek membawa tanda baik. Selain itu, turunnya hujan akan membawa berkah di tahun ini, dan terhindar dari mara bahaya roh jahat.
“Syukur sejak semalam Tuban sudah hujan,†ungkapnya.
Sementara, Ketua umum TITD KSB Tuban, Gunawan Putra Irawan, membenarkan etnis Tionghoa sudah turun temurun mempercayai adanya berkah ketika hujan turun. Selain bermanfaat bagi petani untuk bercocok tanam, hujan dipercayai mampu menentramkan jiwa.
Diketahui, sejak dulu tempat ibadah Tri Dharma menjunjung tinggi toleransi, antara Budha, Taoisme, dan Konghucu. Ketiga umat tersebut selalu rukun, dan saling mendukung untuk memperoleh berkah dari sang pencipta.
“Ketiganya hidup berdampingan dan damai,†sambungnya.
Setiap momentum Imlek hanya satu doa yang kami inginkan yakni datangnya hujan. Keinginan itu terwujud sejak malam perayaan Imlek hari Minggu (07/02/2016) sore sampai tengah malam hujan mengguyur Tuban. Hujan juga turun hari ini sejak pukul 15:30 WIB, sampai pukul 18:00 WIB belum reda.
“Harapannya turunnya hujan tidak menimbulkan bencana di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo,†pungkasnya. (Aim)