SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur  menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses pembebasan lahan untuk membangun bandara khusus Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Lahan yang dibebaskan adalah milik Perhutani yang dibebaskan dengan sistem tukar guling. Lahan pengganti disiapkan di tempat lain sesuai yang ditentukan.
“Bandara ini nantinya khusus untuk kegiatan minyak dan gas atau migas saja,† ujar Kepala Dishub Bojonegoro, Iskandar, Selasa (9/2/2016).
Dalam pengajuannya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meminta penetapan lokasi kepada Pemprov Jatim untuk bandara khusus yang akan dbangun. Sementara luas lahan yang akan digunakan kurang lebih 20 Hektar (Ha).
“Kami baru saja mendapatkan rekomendasi tidak keberatan dari Komando Angkatan Udara,†ujarnya mantab.
Iskandar mengaku, bandara yang ada di Desa Kunci, Kecamatan Dander ini belum diketahui oleh warga setempat. Pemkab juga belum memberitahukan secara resmi.Â
“Nanti saja kalau sudah proses pekerjaan dimulai,†imbuhnya.
Untuk anggaran yang akan digunakan, pria berkumis tebal ini mengungkapkan, ada beberapa opsi yang disiapkan oleh Pemkab. Diantaranya, untuk persiapan lahan semua dari Pemkab, sharing dana antara Pemkab dengan Pemerintah Pusat melalui BUMN, atau sepenuhnya diserahkan oleh pihak ketiga.Â
“Berapa kebutuhan untuk membangun bandara yang tahu Dinas PU. Mereka yang nanti mengerjakan engineeringnya,†pungkas Iskandar. (rien)Â