SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Semua operator migas yang melakukan kegiatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki peran untuk meningkatkan pendidikan di wilayah setempat.
“Tetapi, belum maksimal,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Bojonegoro, Mahfudhoh Suyoto kepada suarabanyuurip.com, Rabu (10/2/2016).
TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga menilai selama ini pemberian program pemberdayaan perempuan dari operator migas masih sangat minim. Hal ini dikarenakan selain kurangnya kepedulian dari perusahaan, masyarakat cenderung mengusulkan program yang bersifat infrastruktur atau sembako.
“Ya susah juga kalau seperti itu,” tandasnya.
Kedepan, pihaknya akan mengusulkan kepada semua operator untuk memberikan program corporate social responsibility (CSR) berupa beasiswa bagi pelajar berprestasi. Sehingga masyarakat ada kompetisi untuk mendapatkannya.
“Memang sudah ada yang memberikan seperti EMCL, tapi yang lain sepertinya belum,” imbuhnya.
Mahfudhoh menyatakan, pemerintah kabupaten terus berupaya untuk meningkatkan pendidikan karena sudah menjadi tanggung jawab bersama.
“Sehingga, perlu adanya strategi untuk memanfaatkan keberadaan industri migas untuk mencapai hal itu,” pungkasnya.(rien)