SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, menargetkan tahun depan lahan tanam tebu di wilayah setempat dapat mencapai sekira 5.000 hektar. Target tersebut untuk menguatkan perekonomian petani tebu, menyambut pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini.
“Petani harus memperluas lahan tanam,” kata Fathul Huda, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui dalam acara tasyakuran panen tebu, di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Tuban, Rabu (10/02/2016).
Penyebabnya sampai saat ini hanya ada 500 hektar lahan potensial yang dapat dioptimalkan oleh petani tebu. Kondisi lahan lainnya merupakan area kritis, serta batu bertanah.
“Kalau tahun ini hanya 500 hektar, maka tahun depan harus 5.000 hektar,” tandasnya.
Tak hanya menargetkan semata, Pemerintag Daerah (Pemda) bakal serius membantu petani tebu dengan cara mempermudah perizinannya. Selain itu menyediakan kredit murah, dan memberikan bantuan traktor bagi petani setempat.
“Semua pihak harus memperlakukan sama antara petani padi maupun tebu,” tambahnya.
Sementara, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Sumber Makmur, Kecamatan Parengan, Suwarno, sepakat dengan target Bupati Tuban. Selaku pimpinan petani tebu pihaknya meminta, Pemda membuat regulasi jelas terkait harga gula.
Penyebabnya ketika panen tebu tiba harga gula cenderung turun, sehingga tak jarang petani kerap merugi. Saat ini Harga Patokan Petani (HPP) berkisar Rp 8 ribu hingga Rp 8.900 per Kilogramnya.
“Pemda harus serius mengontrol harga gula,” singkatnya.
Diketahui, awal tahun 2016 petani setempat berhasil memperoleh hasil panen tebu, sebanyak 250 kwintal dari lahan tanam seluas 500 hektar. (Aim)